Minggu, 16 Juni 2013

Mengenali Penyakit Diabetes dan Cara Mengatasinya/ Mengobatinya

Apa itu diabetes?
            Diabetes militus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.  Diabetes militus (DM) atau kencing manis merupakan penyakit menahun dan melebihi nilai normal, dan diabetes adalah penyakit seumur hidup dan sulit untuk disembuhkan.
Macam-macam penyakit diabetes
1.      Diabetes yang tergantung insulin: biasanya pada usia muda, dimana didalam tubuhnya tidak ada insulin.
2.      Diabetes yang tidak tergantung insulin: pada usia dewasa. Kadar insulin dalam tubuh normal atau tinggi, tetapi tidak bekerja efektif.
3.      Diabetes pada kehamilan (gestasional)
4.      Diabetes yang berhubungan dengan kekurangan gizi dimasa muda.
5.      Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lain.
Apa Penyebab Utama Diabetes Militus (DM)?
            Berbeda dengan DM tipe- 1 yang sifatnya turunan dari orang tua, DM tipe- 2 lebih merupakan penyakit kemakmuran. Tidak terlalu salah bila ada yang menyebut “sakit kencing manis bukan kutukan, tetapi karena tingkah pola manusia itu sendiri yang pola hidupnya tidak tepat”. Mengkonsumsi lemak yang berlebihan atau zat-zat tertentu yang bisa menyebabkan pada pankreas yang mengakibatkan terjadinya gangguan produksi insulin.
Gejala timbulnya diabetes
           
Diabetes millitus tipe 1
Diabetes Millitus tipe 2
Timbul tiba-tiba
Tidak ada gejala selama beberapa tahun, secara perlahan berjalan terus sampai timbul gangguan yang jelas. Jika insulin berkurang semakin parah maka sering berkeih dan sering merasa haus.
Berkembang dengan cepat kedalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis deabetikum
Jarang terjadi katoasidosis
Diabetes dapat dicurigai dengan melihat tanda-tanda yang ada pada seseorang kemudian dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah.
Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/ dL, maka glukosa akan dikeluaran melalui air kemih.
Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih pada jumlah yang banyak (poliur) terutama malam hari sehingga menyebabkan lesu karen tidur terganggu untuk berkemih. Akibatnya, maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).
Karena tubuh kekurangan sekaligus kuran kuran sensitif dengan insulin, akhirnya gula darah tidak bisa dimasukan kedalam sel, dengan begitu akhirnya sel-sel tubuh terjadi kelaparan sehingga tidak terjadi pembentukan energi. Sel-sel tubuh yang kelaparan akan mengirimkan sinyal ke otak yang akan ditangkap sebagai rasa lapar. Selain itu sejumlah besar kalori hilang kedalam air kemih, sehingga penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita sering kali merasa lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).
Proses Penyembuhan Diabetes
Setelah kita mengetahui bahwa diabetes itu merupakan penyakit seumur hidup dan sulit untuk disembuhkan, maka tindakan pencegaan amat penting dilakukan. Caranya antara lain, dengan menurunkan berat badan jika kegemukan, berolahraga dan mengkonsumsi gula sedikit mungkin. Melewati usia 40 tahun, pemeriksaan kadar gula melalui urin perlu dilakukan secara berkala, minimal setahun sekali, terutama jika ada riwayat diabetes dalam keluarga.
Bagi penderita diabetes, berkonsultasi secara berkala dengan dokter dilakukan dengan disiplin dalam menjalani pengobatan, baik dengan mengkonsumsi obat-obatan maupun insulin.
Pengobatan diabetes lebih banyak ditujukan kepada upaya pencegahan terjadinya komplikasi dengan cara menormalkan kadar glukosa dalam darah. Untuk itu dibutuhkan obat-obatan yang mampu menurunkan atau menormalkan kadar gula dalam darah.
Pengatur makan
Makan porsi kecil dalam waktu tertentu akan membantu mengontrol kadar gula darah, dan makanlah sesuai kebutuhan kalori  dan teratur  dalam jumlah, jenis dan jadwal (waktu) makan. Makanan porsi besar menyebabkan peningkatan gula darah mendadak dan bila berulang-ulang dalam jangka panjang, keadaan ini akan menimbulkan komplikasi DM. Agar kadar gula lebih stabil,perlu pengaturan jadwal makan yang teratur (makan pagi, makan siang, makan malam dan kudapan / snack diantara makan besar).
Melakukan aktivitas fisik
Manfaat berolah raga ini tidak berlangsung lama bila hanya sesekali saja dilakukan, sehingga perlu olah raga secara teratur. Olahraga juga menurunkan berat badan, mencegah kegemukan dan mengurangi kemungkinan terjadinya komlikasi.
Edukasi Berkelanjutan
Untuk mendapatkan terapi maksimal, sangat diperlukan pengertian dan pemahaman tentang DM dan bagai mana mengobatinya melalui edukasi  terus menerus. Bertujuan bahwa sebagai diabetes pada akhirnya dapat mandiri.
Minum obat teratur
Tablet diapakai sebagai obat oral dari mulut(oral hypoglycemic agents), dipergunakan jika diet dan olahraga tidak dapat mengontrol kadar gula dalam darah pada diabetes tipe 2 (diabetes tidak tergantung insulin-NIDDM). Tablet tidak dapat mengganti insulin dan tidak dpat dipakai untuk mengganti diet(makanan, tetapi dapat digunakan bersama diet)
Terdapat 2 jenis tablet gula darah yang banayk digunakan:
·         Sulphonylurea
Tablet ini bereaksi dengan cara merangsang pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin, membiarkan insulin bereaksi lebih cepat dan efektif dan menghalangi hati untukmengeluarkan lebih banyak glukosa. Tablet ini tersedia dengan merek dagang:
Glibenclamide             : Gliclazide®, Glipzide®, Acarbose®, Tolbutamide®
Chlorporpamide          : Daonil®, Semi-Daonil Prodiabet®
                               Renabetic®, Xepabet®, Euglocon®, Pedab®,
                              Diamicron Gored®, Glikamel®, Minidiab®
                              Glucobay®, Rastinon®, Tesmel®.
Tablet ini biasanya digunakan sebelum waktu makan.
·         Biguanides
Tablet yang membuatkerja insulin lebih efektif. Obat golongan biguanid bekerja dengan cara meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin yang diproduksi oleh tubuh sendiri. Obat ini tidak menyebabkan hipoglikemia. Obat ini adalah obat tunggal pada penderita diabetes mellitus dengan obesitas (BBR> 120%). Untuk penderita diabetes mellitus yang gemuk (BBR> 110%) pemakaiannya dafat dikombinasikan dengan obat sulfonilunea. Efek samping yang sering terjadi dari pemakaian obat golongan biguanid adalah gangguan saluran cerna pada hari-hari pertama pengobatan. Wanita hamil dan menyusui tidak dianjurkan untuk memakai obat golongan ini.
Tersedia dalam merek dagang:
Glucophage®, beneformin®, Diabex®, Diaformin®
Tablet-tablet ini diminum sewaktu makan.
Bisa juga dilakukan dengan melakukan suntik Insulin.

Bagaimana Cara mengatasi kegemukan untuk menghindari diabetes?
Caranya murah, mudah dan efektif, antara lain:
1.      Membiasakan diri untuk hidup sehat.
2.      Biasakan diri berolahraga secara teratur.
3.      Hindari nonton TV atau main komputer terlalu lama.
4.      Jangan mengkonsumsi permen, coklata atu snack dengan kandungan garam yang tinggi.
5.      Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.
6.      Konsumsi sayuran dan buah-buahan.
Pola makan sehari-hari yang sehat dan seimbang perlu diperhatikan sehingga dapat mempertahankan berat badan ideal. Himbauan gizi seimbang untuk mencegah berbagai penyakit termasuk mencegah dan memperlambat DM oleh DepKes melalui 13 pesan gizi disampaikan masyarakat.
1.      Makanlah aneka ragam makanan.
a.      Sumber zat besi.
b.      Sumber zat pembangun.
c.       Sumber zat pengatur.
2.      Makanlah untuk memenuhi kecukupan energi(capai dan pertahankan berat badan normal).
3.      Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah darikebutuhan energi.
a.      Karbohidrat komplek atau tepung-tepungan
b.      Karbohidrat sederhana
c.       Serat.
4.      Batasi konsumsi lemak, minyak dan santan sampai seperempat kecukupan energi.
5.      Gunakan garam beryodium.
6.      Makanlah makanan sumber zat besi untuk mencegah anemia.
7.      Berikan asi saja pada bayi sampai umur 4 bulan.
8.      Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur.
9.      Bisakan makan pagi (sarapan) untuk memelihara ketahanan fisik dan meningkatkan produktivitas kerja.
10.  Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya.
11.  Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur.
12.  Hindari minum minuman beralkohol.
13.  Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.




Referensi
Fransisca, K. 2012. Awas Pankreas Rusak Penyebab Diabetes. Jakarta: Cerdas Sehat.

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar