Oleh: Nithya
Dharshani Mohenathas
Morinda citrifolia, dikenal dengan sebutan mengkudu atau noni, tumbuh luas di seluruh Pasifik dan merupakan salah satu sumber obat tradisional yang paling signifikan di kalangan masyarakat kepulauan Pasifik.
Morinda citrifolia, dikenal dengan sebutan mengkudu atau noni, tumbuh luas di seluruh Pasifik dan merupakan salah satu sumber obat tradisional yang paling signifikan di kalangan masyarakat kepulauan Pasifik.
Mengkudu merupakan
tanaman asli Asia Tenggara (Indonesia) sampai Australia, dan sekarang menyebar
ke seluruh wilayah tropis. Mengkudu terkenal karena tahan terhadap pelbagai
lingkungan. Tanaman mengkudu mampu tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian
mencapai 1.500 m di atas permukaan laut, batang pohon mengkudu dapat mencapai
3-8 meter, memiliki bunga berbongol dan berwarna putih. Mengkudu merupakan
buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap serta memiliki
bintik-bintik atau totol-totol, dan saat sudah tua berwarna putih dan
berbintik-bintik hitam.
Semua bagian tanaman
mengkudu memiliki kegunaan tradisional dan/ atau moden, termasuk akar dan kulit
(pewarna, obat-obatan), batang (kayu bakar, alat), daun dan buah-buahan
(makanan, obat-obatan). Aplikasi mengkudu sebagai obat, baik tradisional maupun
moden, memberi kesan dan berdampak luas terhadap berbagai kondisi penyakit,
meskipun sebagian besar belum dibuktikan secara ilmiah.
Mengkudu telah menjadi
buah komersil dan memiliki nilai ekonomi yang signifikan di seluruh dunia dalam
beberapa tahun terakhir melalui berbagai produk kesehatan dan kosmetik yang
dibuat dari daun dan buahnya. Mengkudu dapat dikonsumsi dalam bentuk jus,
maupun dalam bentuk serbuk yang telah mengalami proses pengolahan.
Khasiat mengkudu
Inilah berbagai khasiat
yang spesifik dari mengkudu:
- Damnacanthal: menghambat pertumbuhan sel-sel pra-kanker.
- Terpenoid: membantu peremajaan sel-sel, sehingga meningkatkan pertukaran nutrisi-toksin.
- Fitonutrien & selenium: memberikan perlindungan antioksidan kuat terhadap radikal bebas.
Manfaat Morinda citrifolia
|
||
|
||
4 Kaya serat larut dan tidak larut. Serat larut membantu membersihkan darah,
menurunkan kolesterol, mengikat lemak dan kadar gula darah. Serat tidak larut
(“bulk”) berperan penting untuk kesehatan usus.
5. Kaya akan asam amino, yang merupakan blok bangunan untuk protein dan
penting untuk fungsi tubuh. Mengkudu berisi 17 dari 20 asam amino yang dikenal,
termasuk semua 9 asam amino esensial.
6. Kaya akan asam lemak esensial dalam jus. Mengkudu kaya akan asam lemak
esensial poli-tak jenuh yang harus kita dapatkan dari diet kita.
Obat tradisional
menggunakan mengkudu untuk masalah pencernaan seperti diare, cacingan,
mual, keracunan makanan, masalah pernapasan seperti batuk kongestif, batuk
kering, TBC, kolera, pilek, sakit tenggorokan, masalah kardiovaskular,
hipertensi, kondisi peradangan seperti arthritis, abses, mastitis, gout dan
kondisi inflamasi sendi lainnya.
Mengkudu berguna sebagai
analgesik atau pereda nyeri. Salah satu penggunaan yang paling umum dari minyak
biji noni yang mengandung asam linoleat adalah untuk luka, bisul, abses, cacing
cincin, bisul, selulitis, pembengkakan, kondisi kulit kepala dan luka,
anti-inflamasi, mengurangi jerawat, retensi kelembaban. Mengkudu telah
digunakan dalam pengobatan tumor dan patah tulang, penyakit kuning dan bentuk
lain dari penyakit hati, asma dan disentri, hiperkolesterolemia, kram
menstruasi, ulkus lambung dan diabetes.
Mengkudu belum ditemukan
sisi bahayanya untuk kondisi kesehatan apapun. Produk alami dari mengkudu juga
belum ditemukan efek sampingnya.
Tentang Penulis:
|
Nithya Dharshani Mohenathas adalah mahasiswa
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Bandung. Untuk interaksi dan
korespondensi lebih lanjut, silakan menghubungi penulis melalui halaman
kontak.
http://majalahkesehatan.com |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar