Minggu, 16 Juni 2013

Mencegah Gagal Jantung/ Serangan Jantung



Apa itu Gagal jantung?

Gagal jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantug mengalami gangguan atau sama sekali tdak berfungsi. Kondisi ini bisa terjadi mendadak atau secara perlahn, dan akhirnya menimbulkan gagal jantung. Penyebab gagal jantung tersebut bervariasi, namun penyebab utamanya adalah terlambatnya asupan darah ke otot-otot jantung, terjadi kesenjangan antara kebutuhan (permintaan) dengan ketersediaan (asupan) oksigen oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbata atau mengeras, entah oleh karena lemak atau kolestrol, ataupun oleh zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung phenol  Propano Alanin (PPA) yang banyak ditemukan dalam obat-obat sakitkepala, nikotin dan lain-lain sehingga pembuluh darah mengeras dan tidak lentur lagi.
Serangan terhadap jantung juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang salah seperti sering begadang, merokok, minum-minuman alkohpl, makanan-makanan yang tidak sehat (makanan yang tinggi lemak dan rendah serat).
Apa Penyebab Rusaknya Jantung dan Pembuluh Darah?
            Terganggu atau rusaknya jantung dan pembuluh darah tanpa disadari disebabkan oleh berbagai hal yang dianggap sepele dalam kehidupan seseorang. Sebagai contoh kurang tidur atau kurang istirahat merupakan kebiasaan yang diabaikan, akibat begadang nonton sepak bola, tugas ronda, sering kerja lembur, kebiasaan main kartu dan lainnya, dapat menyebabkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
            Selain dari itu perubahan pola makan seperti banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kolestrol dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah jantung, sehingga pembuluh darah arteri di jantung menjadi kaku, tersumbat atau robek yang menyebabkan penderita mendapat serangan mendadak. Dahulu penyakit jantung sering terjadi pada orang yang berusia lanjut, tetapi saat ini pola terjadinya serangan jantung bergeser dan dapat berlangsung pada usia relatve muda berkisar 30 tahunan.
Adapun yang bisa menyebabkan rusaknya jantung yaitu:
1.      Kelelahan dan Kurang Istirahat.
2.      Kurang Tidur dan Insomnia.
3.      Kurang Gerak Akibat Sering Berkomputer.
4.      Pengaruh Rokok dan Kebanyakan Minum Kopi.
5.      Minum Alkohol Berlebihan Stres dan Depresi.
6.      Gigi Berlubang Kuman ke Jantung.
7.      Pengaruh Flu bagi Jantung.
8.      Obat-obatan yang Tidak Bersahabat.
9.      Kolestrol dan Arterosklerosis.
10.  Migrain dan Pengentalan darah.
11.  Tingginya Tekanan Darah.
12.  Kegemukan (Obesitas).
13.  Gagal Jantung Akibat Dengkuran.
14.  Komplikasi Gagal Jantung.
Apa Gejala Umum Gangguan Jantung?
          Penyakit gangguan jantung merupakan salah satu gangguan kesehatanyang paling banyakpenyebab kematian. Mengapa? Salah satu alasannya adalah terlambatnya pasien mencari bantuan saat gejala mulai muncul. Menurut pakar, gejala sering kali sulit dikenali sehingga memebuat pasien mengabaikannya. Karena sulit mengenali gejala, para dokter menganjurkan agar Anda berhenti mengabaikan gejala yang berpotensi. Mengalami satu gejala tertentu, ada baiknya segera memeriksakan diri. Hal ini khususnya untuk laki-laki berusia diatas 65 tahun serta orang-orang dengan berbagai faktor resiko gangguan jantung. Seperti kolestrol atau tekanan darah tinggi, obesitas, merokok, diabetes, atau sejarah, keluarga yang mempunyai penyakit jantung.
Ada beberapa gejala yang sering ditemukan yaitu:
1.      Rasa Kuatir/ Gelisah
Serangan jantung bisa menyebabkan kecemasan intens atau ketakutan akan kematian.
2.      Rasa Tidak Nyaman di Dada
“Rasa sakit di dada merupakan gejala klasik serangan jantung dan gejala nomer satu yang biasanya kita cari,” terang Jean C. McSweeney PhD Rn dari University of Arkansas for Medical Sciences College of Nursing. Akan tetapi tidak semua serangan jantung menyebabkan sakit didada. Sakit di dada bisa disebabkan oleh gangguan yang tidak terkait dengan jantung. Bagaimana membedakannya? Rasa sakit di dada terkait jantung seringkali berpusat dibawah tulang dada, sedikit kearah kiri. Rasa sakinya digambarkan seolah-olah ada gajah yang dudk di dada. Selain  itu perempuan seringkali mengalami sensasi terbakar di dada, bukan tekanan atau rasa sakit.
3.      Batuk Berkepabjangan
Batuk berkepanjangan bisa menjadi gejala gagal jantung, dipicu oleh penumpukan, cairan diparu-paru.
4.      Sering Pusing
Serangan jantung bisa menyebabkan kepala terasa ringan dan kehilangan kesadaran.
5.      Keletihan
Dikalangan perempuan khususnya, keletihan yang tidak bisa muncul selama serangan jantung serta beberapa hari atau minggu sebelum serangan jantung. Selain itu, perasaan lelah sepanjang waktu bisa menjadi gejala gagal jantung. Jika anda merasa sering lelah sepanjang waktu dan tidak sehat, segeralah memeriksakan diri.
6.      Sakit Perut Dan Muntah-muntah
7.      Rasa Sakit dibagian LainTubuh
8.      Sesak Nafas dan Nyeri
9.      Sering Berkeringat
10.  Pembengkakan Akibat Cairan Tubuh
11.  Lemah Kronis.
Apa Pengobatan Terbaik Gagal Jantun?
 Pengobatan yang terbaik bagi gagal jantung adalah pencegahan atau pengobatan sejak dini terhadap penyebabnya.
A.     Gagal Jantung Kronis,
Pemberian obat Diuretik, jika pembatasan asupan garam saja tidak dapat mengurangi penimbunan cairan, biasa diberikan obat diuretik untuk menambah pembentukan air kemih dan membuang air dari tubuh melalui ginjal.
1.      Pemberian Digoksin, digoksin meningkatkan kekuatan setap denyut jantung dan memperlambat denyut jantung yang terlalu cepat.
2.      Vasodilator, yang banyak digunakan adalah ACE-inhibator (angiotensin converting enzyme inhibator). Obat ini hanya meringankan gejala tetapi juga memperpanjang harapan hidup penderita.
3.      ACE-inhibitor, melebarkan arteri dan vena; sedangkan obat terdahulu hanya melebarkan vena saja atau arteri saja (mis: Nitrogliserin hanya melebarkan vena, hydralazine hanya melebarkan arteri)
4.      Pencangkokan Jantung, dianjurkan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat pada dosis optimal.
B.     Gagal Jantung Akut.
Bila terjadi penimbunan cairan tiaba-tiba dalam paru-paru (edema pulmonal akut), penderita gagal jantung akan mengalami sesak nafas hebat sehingga memerlukan sungkup muka oksigen dengan konsentrasi tinggi. Diberikan diuretik dan obat-obatan (mis: digoksin) secara intravena supaya terjadi perbaikan segera.
            Nitrogliserinintravena atau sublingual(dibawah lidah) akan menyebabkan pelebaran vena, sehingga mengurangi jumlah darah yang melalui paru-paru. Jika pengobatan diatas gagal, pernafasan penderita dibantu dengan mesin ventilator.
            Kadang dipasang torniket pada 3 dari keempat anggora gerak penderita untuk menahan darah sementara waktu, sehingga mengurangi volume darah yang kembali ke jantung. Torniket ini dipasang secara bergantian pada setiap anggota gerak setiap 10-20 menit untuk untuk menghindari cedera.
Pemberian Morfin dimaksud untuk:
·         Mengurangi kecemasan yang biasanya menyertai edema pulmoner akut.
·         Mengurangi laju pernafasan.
·         Memperlambat denyut jantung.
·         Mengurangi beban kerja jantung.
Bagaimana Cara Mengurangi Resiko Jantung Rusak?
            Ada Ceberapa Cara Untuk Mengurangi Resiko Jantung Rusak.
1.      Meminimalkan Resiko.
Hal ini bisa anda lakukan dengan cara berkonsultasi dengan dokter tentang kesehatan jantung anda dan faktor-faktor apa saja yang meningkatkan peluang munculnya penyakit jantung.untuk menguranginya anda bisa mengubah kebiasaan buruk dengan pola hidup sehat, diet, olahraga rutin.
2.      Menjaga Berat Badan Tetap Ideal.
3.      Rajin Menggerakan Tubuh.
4.      Kurangi Stres.
5.      Berhenti Merokok.
6.      Menurunkan Kolestrol.
7.      Rutin Memonitor Tekanan Darah.
8.      Melakukan Pemeriksaan Rutin.
9.      Pertimbangkan Alat KB Alternatif.
10.  Dafatkan Pemeriksaan Medis yang Teratur.
11.  Coba Rileks.
12.  Cari tahu seberapa cepat detak jantung anda saat istirahat.
13.  Hargai Kondisi Mulut Anda.
14.  Tinggalkan Kebiasaan Begadang.
15.  Kurangi Teknologi.

Referensi.
Dourman, K. 2011. Waspadalah! Jantung Anda Rusak. Jakarta: Cerdas Sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar