Apa itu Gagal jantung?
Gagal
jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantug mengalami gangguan atau
sama sekali tdak berfungsi. Kondisi ini bisa terjadi mendadak atau secara
perlahn, dan akhirnya menimbulkan gagal jantung. Penyebab gagal jantung
tersebut bervariasi, namun penyebab utamanya adalah terlambatnya asupan darah
ke otot-otot jantung, terjadi kesenjangan antara kebutuhan (permintaan) dengan
ketersediaan (asupan) oksigen oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya
mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbata atau mengeras, entah
oleh karena lemak atau kolestrol, ataupun oleh zat-zat kimia seperti penggunaan
obat yang berlebihan yang mengandung phenol
Propano Alanin (PPA) yang banyak ditemukan dalam obat-obat sakitkepala,
nikotin dan lain-lain sehingga pembuluh darah mengeras dan tidak lentur lagi.
Serangan
terhadap jantung juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang salah seperti
sering begadang, merokok, minum-minuman alkohpl, makanan-makanan yang tidak
sehat (makanan yang tinggi lemak dan rendah serat).
Apa Penyebab Rusaknya
Jantung dan Pembuluh Darah?
Terganggu atau rusaknya jantung dan pembuluh darah tanpa
disadari disebabkan oleh berbagai hal yang dianggap sepele dalam kehidupan
seseorang. Sebagai contoh kurang tidur atau kurang istirahat merupakan
kebiasaan yang diabaikan, akibat begadang nonton sepak bola, tugas ronda,
sering kerja lembur, kebiasaan main kartu dan lainnya, dapat menyebabkan
gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
Selain dari itu perubahan pola makan seperti banyak
mengkonsumsi makanan yang tinggi kolestrol dapat menyebabkan tersumbatnya
pembuluh darah jantung, sehingga pembuluh darah arteri di jantung menjadi kaku,
tersumbat atau robek yang menyebabkan penderita mendapat serangan mendadak.
Dahulu penyakit jantung sering terjadi pada orang yang berusia lanjut, tetapi
saat ini pola terjadinya serangan jantung bergeser dan dapat berlangsung pada
usia relatve muda berkisar 30 tahunan.
Adapun yang bisa
menyebabkan rusaknya jantung yaitu:
1.
Kelelahan dan Kurang Istirahat.
2.
Kurang Tidur dan Insomnia.
3.
Kurang Gerak Akibat Sering
Berkomputer.
4.
Pengaruh Rokok dan Kebanyakan
Minum Kopi.
5.
Minum Alkohol Berlebihan Stres
dan Depresi.
6.
Gigi Berlubang Kuman ke
Jantung.
7.
Pengaruh Flu bagi Jantung.
8.
Obat-obatan yang Tidak
Bersahabat.
9.
Kolestrol dan Arterosklerosis.
10. Migrain
dan Pengentalan darah.
11. Tingginya
Tekanan Darah.
12. Kegemukan
(Obesitas).
13. Gagal
Jantung Akibat Dengkuran.
14. Komplikasi
Gagal Jantung.
Apa Gejala Umum Gangguan
Jantung?
Penyakit gangguan jantung merupakan salah
satu gangguan kesehatanyang paling banyakpenyebab kematian. Mengapa? Salah satu
alasannya adalah terlambatnya pasien mencari bantuan saat gejala mulai muncul.
Menurut pakar, gejala sering kali sulit dikenali sehingga memebuat pasien
mengabaikannya. Karena sulit mengenali gejala, para dokter menganjurkan agar
Anda berhenti mengabaikan gejala yang berpotensi. Mengalami satu gejala
tertentu, ada baiknya segera memeriksakan diri. Hal ini khususnya untuk
laki-laki berusia diatas 65 tahun serta orang-orang dengan berbagai faktor
resiko gangguan jantung. Seperti kolestrol atau tekanan darah tinggi, obesitas,
merokok, diabetes, atau sejarah, keluarga
yang mempunyai penyakit jantung.
Ada beberapa gejala yang
sering ditemukan yaitu:
1.
Rasa
Kuatir/ Gelisah
Serangan
jantung bisa menyebabkan kecemasan intens atau ketakutan akan kematian.
2.
Rasa
Tidak Nyaman di Dada
“Rasa
sakit di dada merupakan gejala klasik serangan jantung dan gejala nomer satu
yang biasanya kita cari,” terang Jean C. McSweeney PhD Rn dari University of Arkansas for Medical Sciences
College of Nursing. Akan tetapi tidak semua serangan jantung menyebabkan
sakit didada. Sakit di dada bisa disebabkan oleh gangguan yang tidak terkait
dengan jantung. Bagaimana membedakannya? Rasa sakit di dada terkait jantung
seringkali berpusat dibawah tulang dada, sedikit kearah kiri. Rasa sakinya
digambarkan seolah-olah ada gajah yang dudk di dada. Selain itu perempuan seringkali mengalami sensasi terbakar
di dada, bukan tekanan atau rasa sakit.
3.
Batuk
Berkepabjangan
Batuk
berkepanjangan bisa menjadi gejala gagal jantung, dipicu oleh penumpukan,
cairan diparu-paru.
4.
Sering
Pusing
Serangan
jantung bisa menyebabkan kepala terasa ringan dan kehilangan kesadaran.
5.
Keletihan
Dikalangan
perempuan khususnya, keletihan yang tidak bisa muncul selama serangan jantung
serta beberapa hari atau minggu sebelum serangan jantung. Selain itu, perasaan
lelah sepanjang waktu bisa menjadi gejala gagal jantung. Jika anda merasa
sering lelah sepanjang waktu dan tidak sehat, segeralah memeriksakan diri.
6.
Sakit Perut Dan Muntah-muntah
7.
Rasa Sakit dibagian LainTubuh
8.
Sesak Nafas dan Nyeri
9.
Sering Berkeringat
10. Pembengkakan
Akibat Cairan Tubuh
11. Lemah
Kronis.
Apa Pengobatan Terbaik
Gagal Jantun?
Pengobatan yang terbaik bagi
gagal jantung adalah pencegahan atau pengobatan sejak dini terhadap
penyebabnya.
A. Gagal
Jantung Kronis,
Pemberian
obat
Diuretik, jika pembatasan asupan garam saja tidak dapat mengurangi
penimbunan cairan, biasa diberikan obat diuretik untuk menambah pembentukan air
kemih dan membuang air dari tubuh melalui ginjal.
1. Pemberian Digoksin, digoksin
meningkatkan kekuatan setap denyut jantung dan memperlambat denyut jantung yang
terlalu cepat.
2. Vasodilator, yang
banyak digunakan adalah ACE-inhibator (angiotensin converting enzyme
inhibator). Obat ini hanya meringankan gejala tetapi juga memperpanjang harapan
hidup penderita.
3. ACE-inhibitor, melebarkan
arteri dan vena; sedangkan obat terdahulu hanya melebarkan vena saja atau
arteri saja (mis: Nitrogliserin hanya melebarkan vena, hydralazine hanya
melebarkan arteri)
4. Pencangkokan Jantung, dianjurkan
pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat pada dosis
optimal.
B. Gagal
Jantung Akut.
Bila
terjadi penimbunan cairan tiaba-tiba dalam paru-paru (edema pulmonal akut),
penderita gagal jantung akan mengalami sesak nafas hebat sehingga memerlukan
sungkup muka oksigen dengan konsentrasi tinggi. Diberikan diuretik dan
obat-obatan (mis: digoksin) secara intravena supaya terjadi perbaikan segera.
Nitrogliserinintravena atau
sublingual(dibawah lidah) akan menyebabkan pelebaran vena, sehingga mengurangi
jumlah darah yang melalui paru-paru. Jika pengobatan diatas gagal, pernafasan
penderita dibantu dengan mesin ventilator.
Kadang dipasang torniket pada 3 dari
keempat anggora gerak penderita untuk menahan darah sementara waktu, sehingga
mengurangi volume darah yang kembali ke jantung. Torniket ini dipasang secara
bergantian pada setiap anggota gerak setiap 10-20 menit untuk untuk menghindari
cedera.
Pemberian Morfin dimaksud
untuk:
·
Mengurangi kecemasan yang
biasanya menyertai edema pulmoner akut.
·
Mengurangi laju pernafasan.
·
Memperlambat denyut jantung.
·
Mengurangi beban kerja jantung.
Bagaimana Cara
Mengurangi Resiko Jantung Rusak?
Ada Ceberapa Cara
Untuk Mengurangi Resiko Jantung Rusak.
1.
Meminimalkan Resiko.
Hal ini bisa anda lakukan dengan cara
berkonsultasi dengan dokter tentang kesehatan jantung anda dan faktor-faktor
apa saja yang meningkatkan peluang munculnya penyakit jantung.untuk
menguranginya anda bisa mengubah kebiasaan buruk dengan pola hidup sehat, diet,
olahraga rutin.
2.
Menjaga Berat Badan Tetap
Ideal.
3.
Rajin Menggerakan Tubuh.
4.
Kurangi Stres.
5.
Berhenti Merokok.
6.
Menurunkan Kolestrol.
7.
Rutin Memonitor Tekanan Darah.
8.
Melakukan Pemeriksaan Rutin.
9.
Pertimbangkan Alat KB Alternatif.
10. Dafatkan
Pemeriksaan Medis yang Teratur.
11. Coba
Rileks.
12. Cari
tahu seberapa cepat detak jantung anda saat istirahat.
13. Hargai
Kondisi Mulut Anda.
14. Tinggalkan
Kebiasaan Begadang.
15. Kurangi
Teknologi.
Referensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar