Apa itu
diabetes?
Diabetes
militus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan
karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin
baik absolut maupun relatif. Diabetes
militus (DM) atau kencing manis merupakan penyakit menahun dan melebihi nilai
normal, dan diabetes adalah penyakit seumur hidup dan sulit untuk disembuhkan.
Macam-macam penyakit diabetes
1.
Diabetes yang tergantung insulin: biasanya pada usia muda,
dimana didalam tubuhnya tidak ada insulin.
2.
Diabetes yang tidak tergantung insulin: pada usia dewasa.
Kadar insulin dalam tubuh normal atau tinggi, tetapi tidak bekerja efektif.
3.
Diabetes pada kehamilan (gestasional)
4.
Diabetes yang berhubungan dengan kekurangan gizi dimasa muda.
5.
Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lain.
Apa Penyebab
Utama Diabetes Militus (DM)?
Berbeda
dengan DM tipe- 1 yang sifatnya turunan dari orang tua, DM tipe- 2 lebih
merupakan penyakit kemakmuran. Tidak terlalu salah bila ada yang menyebut
“sakit kencing manis bukan kutukan, tetapi karena tingkah pola manusia itu
sendiri yang pola hidupnya tidak tepat”. Mengkonsumsi lemak yang berlebihan
atau zat-zat tertentu yang bisa menyebabkan pada pankreas yang mengakibatkan
terjadinya gangguan produksi insulin.
Gejala
timbulnya diabetes
Diabetes
millitus tipe 1
|
Diabetes
Millitus tipe 2
|
Timbul
tiba-tiba
|
Tidak ada
gejala selama beberapa tahun, secara perlahan berjalan terus sampai timbul
gangguan yang jelas. Jika insulin berkurang semakin parah maka sering berkeih
dan sering merasa haus.
|
Berkembang
dengan cepat kedalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis deabetikum
|
Jarang
terjadi katoasidosis
|
Diabetes dapat dicurigai dengan melihat tanda-tanda
yang ada pada seseorang kemudian dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah.
Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari
kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/
dL, maka glukosa akan dikeluaran melalui air kemih.
Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang
air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena
ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih pada jumlah yang banyak
(poliur) terutama malam hari sehingga
menyebabkan lesu karen tidur terganggu untuk berkemih. Akibatnya, maka
penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).
Karena tubuh kekurangan sekaligus kuran kuran sensitif
dengan insulin, akhirnya gula darah tidak bisa dimasukan kedalam sel, dengan
begitu akhirnya sel-sel tubuh terjadi kelaparan sehingga tidak terjadi
pembentukan energi. Sel-sel tubuh yang kelaparan akan mengirimkan sinyal ke
otak yang akan ditangkap sebagai rasa lapar. Selain itu sejumlah besar kalori
hilang kedalam air kemih, sehingga penderita mengalami penurunan berat badan.
Untuk mengkompensasikan hal ini penderita sering kali merasa lapar yang luar
biasa sehingga banyak makan (polifagi).
Proses
Penyembuhan Diabetes
Setelah kita mengetahui bahwa diabetes itu merupakan
penyakit seumur hidup dan sulit untuk disembuhkan, maka tindakan pencegaan amat
penting dilakukan. Caranya antara lain, dengan menurunkan berat badan jika
kegemukan, berolahraga dan mengkonsumsi gula sedikit mungkin. Melewati usia 40
tahun, pemeriksaan kadar gula melalui urin perlu dilakukan secara berkala,
minimal setahun sekali, terutama jika ada riwayat diabetes dalam keluarga.
Bagi penderita diabetes, berkonsultasi secara berkala
dengan dokter dilakukan dengan disiplin dalam menjalani pengobatan, baik dengan
mengkonsumsi obat-obatan maupun insulin.
Pengobatan diabetes lebih banyak ditujukan kepada
upaya pencegahan terjadinya komplikasi dengan cara menormalkan kadar glukosa
dalam darah. Untuk itu dibutuhkan obat-obatan yang mampu menurunkan atau
menormalkan kadar gula dalam darah.
Pengatur makan
Makan porsi kecil dalam waktu tertentu akan membantu
mengontrol kadar gula darah, dan makanlah sesuai kebutuhan kalori dan teratur
dalam jumlah, jenis dan jadwal (waktu) makan. Makanan porsi besar
menyebabkan peningkatan gula darah mendadak dan bila berulang-ulang dalam
jangka panjang, keadaan ini akan menimbulkan komplikasi DM. Agar kadar gula
lebih stabil,perlu pengaturan jadwal makan yang teratur (makan pagi, makan
siang, makan malam dan kudapan / snack diantara makan besar).
Melakukan aktivitas
fisik
Manfaat berolah raga ini tidak berlangsung lama bila
hanya sesekali saja dilakukan, sehingga perlu olah raga secara teratur.
Olahraga juga menurunkan berat badan, mencegah kegemukan dan mengurangi
kemungkinan terjadinya komlikasi.
Edukasi
Berkelanjutan
Untuk mendapatkan terapi maksimal, sangat diperlukan
pengertian dan pemahaman tentang DM dan bagai mana mengobatinya melalui
edukasi terus menerus. Bertujuan bahwa
sebagai diabetes pada akhirnya dapat mandiri.
Minum obat
teratur
Tablet diapakai sebagai obat oral dari mulut(oral
hypoglycemic agents), dipergunakan jika diet dan olahraga tidak dapat
mengontrol kadar gula dalam darah pada diabetes tipe 2 (diabetes tidak
tergantung insulin-NIDDM). Tablet tidak dapat mengganti insulin dan tidak dpat
dipakai untuk mengganti diet(makanan, tetapi dapat digunakan bersama diet)
Terdapat 2 jenis tablet gula darah yang banayk
digunakan:
·
Sulphonylurea
Tablet ini bereaksi dengan cara
merangsang pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin, membiarkan insulin
bereaksi lebih cepat dan efektif dan menghalangi hati untukmengeluarkan lebih
banyak glukosa. Tablet ini tersedia dengan merek dagang:
Glibenclamide : Gliclazide®, Glipzide®,
Acarbose®, Tolbutamide®
Chlorporpamide : Daonil®,
Semi-Daonil Prodiabet®
Renabetic®,
Xepabet®, Euglocon®,
Pedab®,
Diamicron Gored®,
Glikamel®, Minidiab®
Glucobay®,
Rastinon®, Tesmel®.
Tablet
ini biasanya digunakan sebelum waktu makan.
·
Biguanides
Tablet
yang membuatkerja insulin lebih efektif. Obat golongan biguanid bekerja dengan
cara meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin yang diproduksi oleh tubuh
sendiri. Obat ini tidak menyebabkan hipoglikemia. Obat ini adalah obat tunggal
pada penderita diabetes mellitus dengan obesitas (BBR> 120%). Untuk
penderita diabetes mellitus yang gemuk (BBR> 110%) pemakaiannya dafat
dikombinasikan dengan obat sulfonilunea. Efek samping yang sering terjadi dari
pemakaian obat golongan biguanid adalah gangguan saluran cerna pada hari-hari
pertama pengobatan. Wanita hamil dan menyusui tidak dianjurkan untuk memakai
obat golongan ini.
Tersedia
dalam merek dagang:
Glucophage®,
beneformin®, Diabex®,
Diaformin®
Tablet-tablet
ini diminum sewaktu makan.
Bisa
juga dilakukan dengan melakukan suntik Insulin.
Bagaimana Cara mengatasi
kegemukan untuk menghindari diabetes?
Caranya
murah, mudah dan efektif, antara lain:
1. Membiasakan
diri untuk hidup sehat.
2. Biasakan
diri berolahraga secara teratur.
3. Hindari
nonton TV atau main komputer terlalu lama.
4. Jangan
mengkonsumsi permen, coklata atu snack dengan kandungan garam yang tinggi.
5. Hindari
makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.
6. Konsumsi
sayuran dan buah-buahan.
Pola
makan sehari-hari yang sehat dan seimbang perlu diperhatikan sehingga dapat
mempertahankan berat badan ideal. Himbauan gizi seimbang untuk mencegah
berbagai penyakit termasuk mencegah dan memperlambat DM oleh DepKes melalui 13
pesan gizi disampaikan masyarakat.
1.
Makanlah
aneka ragam makanan.
a. Sumber
zat besi.
b. Sumber
zat pembangun.
c. Sumber
zat pengatur.
2.
Makanlah
untuk memenuhi kecukupan energi(capai dan pertahankan berat badan normal).
3. Makanlah makanan sumber
karbohidrat, setengah darikebutuhan energi.
a. Karbohidrat
komplek atau tepung-tepungan
b. Karbohidrat
sederhana
c. Serat.
4. Batasi konsumsi lemak, minyak
dan santan sampai seperempat kecukupan energi.
5. Gunakan garam beryodium.
6. Makanlah makanan sumber zat besi
untuk mencegah anemia.
7. Berikan asi saja pada bayi
sampai umur 4 bulan.
8. Lakukan kegiatan fisik dan olah
raga secara teratur.
9. Bisakan makan pagi (sarapan)
untuk memelihara ketahanan fisik dan meningkatkan produktivitas kerja.
10. Minumlah air bersih, aman dan
cukup jumlahnya.
11. Lakukan kegiatan fisik dan
olahraga secara teratur.
12. Hindari minum minuman beralkohol.
13. Makanlah makanan yang aman bagi
kesehatan.
Referensi
Fransisca, K. 2012. Awas Pankreas Rusak Penyebab Diabetes.
Jakarta: Cerdas Sehat.